Umar kritis saat lahiran
Imah Hejo - Lahir pada tanggal 25 Juni 2017, Umar bin Enjang borojol lahir di Rumah Sakit Bersalin Sayang Bunda.
Sebelum dirujuk ke Sayang Bunda, ibunya Umar dibawa ke Puskesmas Wanayasa. Kondisinya kritis karena Ketuban Pecah Dini.
Hilmy Hafizha, ibunya Umar bin Enjang hampir saja diinduksi dan akan segera dioperasi cesar jika induksi tidak berhasil.
Umar terlahir dengan kondisi kritis saat lahir, tanpa tangisan sebagaimana biasanya bayi yang baru lahir.
Sekujur tubuh Umar berwarna biru, akibat terendam air ketuban.
Mengingat kondisi bayi Umar yang kritis dan dengan kondisi alat di RSB Sayang Bunda yang terbatas.
RSB Sayang Bunda merekomendasikan untuk merujuk Bayi Umar agar dirawat dan dikarantina dengan alat khusus serta ruangan khusus yang saat itu hanya ada di RSUD Bayu Asih.
Hilmy Hafizha dan bayi Umar dirawat di RSUD Bayu Asih di ruangan yang berbeda.
Hanya satu orang yang diizinkan masuk ruang karantina oleh pihak Rumah Sakit, dimana bayi Umar dirawat, yaitu bapaknya.
Oleh karenanya, bapaknyalah orang yang pertamakali mendengar suara bayi Umar bin Enjang.
Pulang dari RSUD Bayu Asih dan masih dalam masa rawat jalan, tinggal dulu di Pasawahan di rumah Ateu Iyang, agar tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit. (*)