Pengen punya emas batangan Jaka pecahkan celengan dan mulai menabung emas
![]() |
| Jaka boyong semua isi celengan demi emas batangan |
Imah Hejo - Teuing ti mana mimiti na. Tiba-tiba Jaka bin Enjang pengen lihat emas batangan, dikasih lihat di HP katanya gak jelas.
Jaka pengen lihat emas yang asli, juga pengen punya emas yang asli.
Dibilangin, kalo mau lihat emas asli ya harus punya, harus beli sendiri, karena orang lain yang punya emas batangan gak mungkin dilihat-lihatin ke orang lain.
Kolot mah, teu mampu mangmeulikeun emas batangan. Tapi janji maturan budak ngudag cita-cita na, kaasup cita-cita hayang emas.
Jaka disaranin nabung di sekolah dan di celengan. Kalo nabung di sekolah dengan cara menyisihkan uang jajan, maksudnya sebelum jajan ya sisihkan dulu buat nabung.
Sedangkan kalo ngisi celengan setiap pulang sekolah, pulang sekolah agama atau pulang ngaji masih ada sisa jajan, sisa uangnya itu dimasukan celengan.
Termasuk kalo ada yang ngasih uang, misal Nenek atau siapa pun, itu juga dimasukan ke celengan.
Jaka memutuskan untuk bongkar celengan, karena mau beli emas batangan (Logam Mulia).
Jaka dibantu menghitung dengan cara mengumpulkan dulu uang dengan nominal yang sama, seratusan, seribuan, dua ribuan dan seterusnya.
Hasilnya, ditemukan isi celengan Jaka tersebut sebesar Rp. 162.500.-, tentu jumlah yang sangat sedikit kalo untuk beli emas batangan.
Pertama, yang dimaksud emas batangan artinya emas murni 24 karat, dengan kadar emas 99,99 %, bentuknya mungkin 'gak batangan', batangan memanjang maksudnya.
Kedua, ada tabungan emas. Nah ini yang paling penting! Dengan uang Rp. 6.000-an, kita sudah bisa menabung emas batangan dengan berat 0,01 Gram. Cocok nih buat Jaka...!!!
Jawabnya, lebih menguntungkan nabung saham. Hahahaha....teu lucu nya?
Menurut 'cenah ceuk batur', menabung emas lebih aman dibanding menabung uang di Bank.
Karena emas relatif tidak mengalami penurunan nilai, sedangkan uang kertas atau pun kencring yang beredar saat ini senantiasa digerus oleh inflasi.
Artinya, nilai uang kita akan terus menurun dari tahun ke tahun.
Contoh, dulu kakek buyut saya beli munding (kerbau) seharga Rp. 25,-, saat ini nilai uang Rp. 25,- sudah tidak kuat lagi beli kerbau, beli permen saja sudah tidak kuat, jadi kekuatan nilai uangnya itu menurun.
Berbeda dengan emas, emas itu nilainya stabil. Contoh, katanya jaman Nabi SAW harga kambing itu 1 Dinar dan hari ini pun, setelah 1.400 tahunan, dengan uang 1 Dinar kita masih bisa dapat 1 ekor kambing (bukan cuma ekornya saja ya!). Kenapa?
Karena uang 1 dinar itu adalah uang berbentuk koin dengan bahan berupa emas seberat sekitar 4,25 Gram dan kadar 22 karat.
Intinya nilai emas itu tidak menurun. Hari ini (24/01/2019), berdasarkan situs www.geraidinar.com, harga dinar adalah Rp. 2.230.982,-, cukuplah buat beli 1 ekor kambing, kan?
Mari hitung-hitungan heula
Dalam situs www.blogsabda.com misalnya, memberikan tabel perbandingan antara tabungan uang dengan tabungan emas.
Pada tabel tabungan uang, tahun 2016 saldo uang sebesar Rp. 528.541,- dengan dipengaruhi infalsi.
Maka nilai uang pada tahun 2017 telah menurun sebesar Rp. 22.727,- menjadi Rp. 505.814,-.
Jumlah ini belum termasuk potongan bulanan dari Bank, berupa biaya administrasi bulanan dan biaya ATM bulanan, kalo dikalikan 12 bulan tentunya besar bingit kan!
Tabel perbandingan tabungan uang dengan tabungan emas, tahun 2016 sampai tahun 2017. Dari www.blogsabda.com
Sedangkan pada tabel tabungan emas, ditunjukan bahwa saldo emas pada tanggal 31 Desember 2016, dengan berat 1 gram bernilai uang Rp. 588.000,-.
Dalam jangka waktu satu tahun, karena penurunan nilai uang, harga 1 gram emas murni naik menjadi Rp. 637.000,-.
Disini kita memperoleh selisih 'keuntungan' dengan menyimpan emas 1 gram sebesar Rp. 49.000,-. Biaya titipnya hanya Rp. 30.000,- per 12 bulan.
Bisa dikata, dalam menabung emas, kita memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kekuatan nilai emas murni yang nilainya tetap dari masa ke masa.
Sekaligus memanfaatkan kelemahan uang (fiat), yang nilainya menurun dari waktu ke waktu.
Jaka disaranin nabung di sekolah dan di celengan. Kalo nabung di sekolah dengan cara menyisihkan uang jajan, maksudnya sebelum jajan ya sisihkan dulu buat nabung.
Sedangkan kalo ngisi celengan setiap pulang sekolah, pulang sekolah agama atau pulang ngaji masih ada sisa jajan, sisa uangnya itu dimasukan celengan.
Termasuk kalo ada yang ngasih uang, misal Nenek atau siapa pun, itu juga dimasukan ke celengan.
Bongkar Celengan untuk Buka Rekening tabungan emas
Beli celengan itu sekitar hari Natal, Desember 2018 kemarin. Sampai saat ini, berarti sekitar 1 bulanan Jaka ngisi celengan.Jaka memutuskan untuk bongkar celengan, karena mau beli emas batangan (Logam Mulia).
Jaka dibantu menghitung dengan cara mengumpulkan dulu uang dengan nominal yang sama, seratusan, seribuan, dua ribuan dan seterusnya.
Hasilnya, ditemukan isi celengan Jaka tersebut sebesar Rp. 162.500.-, tentu jumlah yang sangat sedikit kalo untuk beli emas batangan.
![]() |
| Saat Jaka bongkar celengan |
Survey Harga Emas Batangan
Melalui HP, Jaka mulai survey harga emas batangan. Harganya dikisaran 600-ribuan per Gram, tapi dari surfing di HP tersebut 'ditemukan' yang lebih penting dari harga emas.Pertama, yang dimaksud emas batangan artinya emas murni 24 karat, dengan kadar emas 99,99 %, bentuknya mungkin 'gak batangan', batangan memanjang maksudnya.
Kedua, ada tabungan emas. Nah ini yang paling penting! Dengan uang Rp. 6.000-an, kita sudah bisa menabung emas batangan dengan berat 0,01 Gram. Cocok nih buat Jaka...!!!
![]() |
| Terkumpul Rp. 162.500,- dari celengan |
Nabung Uang VS Nabung Emas
Kalo dibandingkan antara nabung uang di Bank dengan nabung emas batangan, mana sih yang lebih menguntungkan?Jawabnya, lebih menguntungkan nabung saham. Hahahaha....teu lucu nya?
Menurut 'cenah ceuk batur', menabung emas lebih aman dibanding menabung uang di Bank.
Karena emas relatif tidak mengalami penurunan nilai, sedangkan uang kertas atau pun kencring yang beredar saat ini senantiasa digerus oleh inflasi.
Artinya, nilai uang kita akan terus menurun dari tahun ke tahun.
Contoh, dulu kakek buyut saya beli munding (kerbau) seharga Rp. 25,-, saat ini nilai uang Rp. 25,- sudah tidak kuat lagi beli kerbau, beli permen saja sudah tidak kuat, jadi kekuatan nilai uangnya itu menurun.
Berbeda dengan emas, emas itu nilainya stabil. Contoh, katanya jaman Nabi SAW harga kambing itu 1 Dinar dan hari ini pun, setelah 1.400 tahunan, dengan uang 1 Dinar kita masih bisa dapat 1 ekor kambing (bukan cuma ekornya saja ya!). Kenapa?
Karena uang 1 dinar itu adalah uang berbentuk koin dengan bahan berupa emas seberat sekitar 4,25 Gram dan kadar 22 karat.
Intinya nilai emas itu tidak menurun. Hari ini (24/01/2019), berdasarkan situs www.geraidinar.com, harga dinar adalah Rp. 2.230.982,-, cukuplah buat beli 1 ekor kambing, kan?
Mari hitung-hitungan heula
Dalam situs www.blogsabda.com misalnya, memberikan tabel perbandingan antara tabungan uang dengan tabungan emas.
Pada tabel tabungan uang, tahun 2016 saldo uang sebesar Rp. 528.541,- dengan dipengaruhi infalsi.
Maka nilai uang pada tahun 2017 telah menurun sebesar Rp. 22.727,- menjadi Rp. 505.814,-.
Jumlah ini belum termasuk potongan bulanan dari Bank, berupa biaya administrasi bulanan dan biaya ATM bulanan, kalo dikalikan 12 bulan tentunya besar bingit kan!
![]() |
| Tabel Perbandingan |
Tabel perbandingan tabungan uang dengan tabungan emas, tahun 2016 sampai tahun 2017. Dari www.blogsabda.com
Sedangkan pada tabel tabungan emas, ditunjukan bahwa saldo emas pada tanggal 31 Desember 2016, dengan berat 1 gram bernilai uang Rp. 588.000,-.
Dalam jangka waktu satu tahun, karena penurunan nilai uang, harga 1 gram emas murni naik menjadi Rp. 637.000,-.
Disini kita memperoleh selisih 'keuntungan' dengan menyimpan emas 1 gram sebesar Rp. 49.000,-. Biaya titipnya hanya Rp. 30.000,- per 12 bulan.
Bisa dikata, dalam menabung emas, kita memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kekuatan nilai emas murni yang nilainya tetap dari masa ke masa.
Sekaligus memanfaatkan kelemahan uang (fiat), yang nilainya menurun dari waktu ke waktu.
Jaka mulai Menabung Emas
Tempat menabung emas mungkin bisa di mana saja, di Bank Syari'ah, di Pegadaian atau di tempat lainnya.Tapi karena akses yang mudah dari Imah Hejo, maka Jaka datang ke Pegadaian yang ada di Purwakarta.
Dengan membawa Rp. 162.500, hasil bongkar celengan Jaka membuka jalan menuju 'punya emas batangan' dengan cara membuka rekening tabungan emas.
![]() |
| Buku rekening tabungan emas Jaka |
Persyaratan anak Buka Rekening Tabungan Emas:
- Orang tua punya rekening tabungan emas
- Mengisi formulir
- Foto copy KTP orang tua
- Foto copy Kartu Keluarga (KK)
- Materai 6.000, 1 lembar
- Biaya titip emas selama 12 bulan, sebesar Rp. 30.000,-
- Administrasi buka rekening Rp. 10.000.-
- Pembelian wajib minimal 0,01 Gram, sebesar Rp. 6.200.- (Harga emas kemarin, 23/01/2019)
![]() |
| Halaman profil nasabah anak |
Halaman profil Nasabah, Jaka dicantumkan QQ dengan nama asli sesuai Kartu Keluarga yaitu Muhamad Azka Abdul Rasyid. Karena masih masih siswa SD dan berumur 8 tahun.
Jaka mau lihat dulu emasnya
Jaka ngambil kursi, naik kursi untuk lihat emasnya, sayang yang ada cuma Mas Teller pegadaiannya.Mas Teller bilang, "Nanti dik, kalo tabungannya mencapai 5 Gram, bisa dicetak dan dibawa pulang emas batangannya".
Jaka mengangguk, tapi belum ngerti kayaknya. Yah, dipotong biaya pembukaan rekening sebesar Rp. 46.000,-(rinciannya, lihat 8 poin daftar persyaratan di atas!).
Sisa uang celengan Jaka ditabung-emaskan, Mamahnya nambahin sebesar Rp. 29.200,-.
Maka saldo tabungan emas Jaka saat ini adalah 0,2446 Gram, karena setiap kali menabung langsung dikonversi ke nilai emas, maka saldonya pun berupa berat emas yang dimiliki.
![]() |
| Saldo rekening tabungan emas Jaka |
Saldo tabungan emas Jaka sekarang sebesar 0,2446 gram emas murni.
Oleh karenanya, menabung emas dalam jangka waktu yang lama dapat menjaga aset dari inflasi.
Saya kira saat ini, tabungan emas adalah tabungan terbaik yang bisa kita jalankan, dengan minimal tabungan 0,01 gram emas cukup memudahkan kita.
Bukan hanya untuk orang dewasa, untuk orang kaya, untuk petani, untuk orang dengan keterbatasan penghasilan, untuk anak-anak, siswa atau siapa pun, tabungan ini bisa dilakukan.
Jaka mau bikin celengan
Setelah punya rekening tabungan emas, Jaka bertambah semangatnya untuk 'bermain' celengan.
Pulang ke rumah, Jaka mau bikin celengan dari kaleng bekas yang di-lem besi atau bikin celengan dari bambu.
Tapi praktis keneh meuli weh, cengcelengan mah nya? Harga na 7.000-an lin?
Semoga tabungan emas ini di kemudian hari, bisa membantu Jaka membuat pola menabung dan investasi yang cocok buat dirinya.
Kita hanya bisa membantu mengarahkan dan membantu jika diperlukan, biar Jaka belajar mencari 'pola'-nya sendiri mamen.... (*)
#Investasi #TabunganEmas #Saving #SavingMoney #Emas #LogamMulia #EmasBatangan #Celengan #Menabung #BelajarMenabung






