Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Ngupuk

Untuk daerah Legokbarong mungkin ngupuk akan segera menjadi tinggal kenangan. Bocah sudah banyak dilarang main kotor-kotoran, ibu-bapaknya juga udah enggan kerja kotor-kotoran. Bisa jadi masih akan banyak generasi ibu-bapaknya bocah-bocah yang pengen kerja kantor-kantoran.

Main tanah gak selamanya baik, juga gak selamanya jelek. Mengakrabkan anak dengan tanah juga air hujan mesti kita galakan lagi.

Tanah yang menyejarah
Tanah adalah asal-usul manusia, air hujan adalah sumber kehidupan yang pula menyembuhkan. Setidaknya begitu kata seorang Ustad yang beberapa tahun ke belakang sudah Almarhum.

Ada unsur alami yang secara alamiah menyembuhkan, tapi saya belum punya hujjah ilmiahnya. Cuma waktu kecil saya lihat kakek-nenek kita doyan hujan-hujanan, sambil bertanam aneka tanaman.

Fisik & Psikis kakek-nenek
Fisik mereka tampaknya lebih tahan dari kita, generasi yang mulai dilarang main tanah dan hujan-hujanan. Kita berada di zaman, kalo hujan ya masuk rumah lalu tarik selimut.

Lain dengan kakek-nenek kami, saat hujan turun mereka segera ambil cangkul. Pergi ke kebun, bertanam pohon-pohonan. Dipercaya, bertanam saat hujan di musim hujan, besar kemungkinan tanaman yang kita tanam akan hidup.


Rahmat dari Allah SWT
Hujan adalah Rohmat, begitu sebagian Ustad mengatakan. Lalu kasab paling baik adalah bertani, karena paling kecil merugikan atau mencurangi orang. Perlu penjelasan?

Begini, petani tradisional itu ya. Lahan punya sendiri, ditanami sendiri, diurus sendiri, dipanen sendiri, dijual sendiri. Meski hasilnya mungkin murah, tapi tetap barokah.

Berbeda kalo misal kita fokus di dagang, cenderung orang jualan itu sedikit-banyak berbohong. Gak semua sih, tapi kecenderungan itu ada. Atau kita bekerja di orang, ada kalanya kita tidak bisa terhindar dari korupsi waktu, fasilitas atau bahkan korupsi uang. Boleh gak sependapat sih, silakan di komen ya!

Kesimpulin
Balik lagi ke main tanah. Jaka bin Enjang, Adul bin Suhara dan Umar bin Enjang kami biarin main tanah. Agar mereka akrab dengan tanah, nanti hujan akan s kami kasih kesempatan hujan-hujanan. Dalam lingkup pengawasan orang dewasa tentunya. Cekap ah.