Klan Makmur, Keluarga Petani di Legokbarong
![]() |
| Beberapa anggota Klan Makmur |
Haji Makmur menikah dengan Hasanah, yang sebelum berhaji dikenal sebagai Entit binti Juhara bin Esen. Dari pernikahan ini lahirlah tiga anak, yaitu:
1. Honama (dikenal juga sebagai Enung atau Homanudin)
2. Yoyoh Yohanah (yang kemudian bergelar Hajah Rahmah)
3. Atik Hayati
Ketiga anak ini menjadi tonggak dari Generasi Kedua Klan Makmur, meneruskan nilai-nilai dan tradisi yang diwariskan oleh Haji Makmur.
Jejak Kehidupan Haji Makmur
Haji Makmur dikenal sebagai sosok yang tekun dan pekerja keras. Bermula sebagai seorang buruh serabutan, ia perlahan mampu mengumpulkan harta untuk membeli tanah dan mengelola usaha tani secara mandiri. Kehidupan bertani tradisional menjadi ciri khas keluarga ini, sebuah warisan yang terus dijaga hingga kini.Ada ajaran turun-temurun dalam keluarga Makmur, bahwa apa pun profesi yang dijalani, anggota keluarga harus memiliki tanah sebagai lahan bertani. Ajaran ini didasari oleh keyakinan bahwa di masa tua, setiap orang akan kembali pada tanah, kebun, atau sawah sebagai sumber kehidupan.
Generasi Kedua dan Ketiga Klan Makmur
Haji Makmur dan Hajah Hasanah meninggalkan warisan berupa keluarga yang kokoh. Anak sulung mereka, Enung Homanudin, meninggal di usia muda dan belum menikah. Namun, keturunan dari Yoyoh Yohanah dan Atik Hayati melahirkan Generasi Ketiga Klan Makmur:1. Asep Rahmat Saleh Setiaji (dikenal sebagai Zaenx), putra Yoyoh Yohanah
2. Cucu Hidayat, putra Yoyoh Yohanah
3. Enjang Sugianto, putra Yoyoh Yohanah
4. Dina Sugianto, putri Yoyoh Yohanah
5. Ichwansyah Wiradimadja, putra Atik Hayati
6. Aptana Wiradimadja, putra Atik Hayati
Setiap nama dari Generasi Ketiga ini membawa cerita dan tanggung jawab dalam melanjutkan nilai-nilai keluarga.
Generasi Keempat, Meneruskan Tradisi
Generasi Keempat Klan Makmur merupakan harapan baru untuk menjaga tradisi keluarga. Mereka adalah:1. Ilham Rahma Setiaji, putri Asep Rahmat Saleh Setiaji
2. Nisa Rani Nurhasanah, putri Asep Rahmat Saleh Setiaji
3. Nisrina Karisa (dikenal sebagai Riri), putri Asep Rahmat Saleh Setiaji
4. Muhamad Azka Abdul Rasyid (dikenal sebagai Jaka), putra Enjang Sugianto
5. Gio Calief Abdullah (dikenal sebagai Adul), putra Dina Sugianto
6. Nasihin Umar Al-Haidar (dikenal sebagai Umay), putra Enjang Sugianto
7. Kayza (dikenal sebagai Kakay), putri Dina Sugianto
8. Hasbullah al-Fatih, putra Enjang Sugianto
9. Satin, putri Ichwansyah Wiradimadja
Dalam struktur keluarga Makmur, terdapat aturan tidak tertulis bahwa pemimpin generasi selanjutnya diutamakan berasal dari anak laki-laki tertua. Sistem ini mencerminkan nilai patrilineal yang masih kuat dipegang oleh keluarga besar ini.
Dalam struktur keluarga Makmur, terdapat aturan tidak tertulis bahwa pemimpin generasi selanjutnya diutamakan berasal dari anak laki-laki tertua. Sistem ini mencerminkan nilai patrilineal yang masih kuat dipegang oleh keluarga besar ini.
