Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Melaju menuju paradigma baru, naek kareta ultah Umar

Rangkaian cerita tentang ulang tahun Umar bin Enjang yang ke-2 tahun.

Memori 2006
Berbeda dengan pengalaman bertahun-tahun sebelumnya, yang bikin gak nyaman naik kereta. HP kena copet.

Ditambah lagi, pengemis matuh yang saking seringnya ketemu di kereta jadi hapal wajahnya. Pengamen juga jadi hafal, mana yang biasa aja dan mana yang suka agak maksa.


Peradaban baru Bangsa
Dikata masa baru, boleh jadi. Perbaikan di sana-sini, sampai juga di kereta api. Kini lebih beradab, aku mau naik kereta lagi, berhenti untuk kapok.

Umar pengen di samping jendela, kakaknya Umar marahi kalo duduk di 'tempatnya'. Jaka ngalah, asik aja berdiri sambil liatin Thomas-thomas yang terbengkalai.

Kereta mulai melaju, ada rahasia dibalik perjalan ini. Moal dibeja-beja, apanan rahasia.

Stasiun Purwakarta tampak indah, bangunan tua diseberangnya tak kalah antik, berurai aura misterius. Sungguh aset bernilai sejarah, yang patut kita jaga. Terima kasih Tuan-tuan Penguasa.


Kota Tua di bulan depan
Nikmatnya perjalanan di atas kereta, merangsang kami rencanakan perjalanan wisata ke Kota Tua, Jakarta. Tuan di samping kami, yang Ianya adalah bertinggal di Tanjong Priok beri kami sedikit informasi.

Ulang tahun Jaka bin Enjang akan kembali naik kereta, hanya jaraknya nun jauh ke Betawi itu. Kalo bakal itu terjadi, sungguh nian daku berharap.


Stasiun Cibungur
Sampailah sudah di Stasiun Cibungur, perjalanan singkat kami berkahir. Umar bin Enjang yang sedang ulang tahun, kelak kan dewasa.